Sekilas Info
Rabu, 04 Feb 2026
  • SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ITA WOTU NUSA BULA KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR MALUKU
  • SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ITA WOTU NUSA BULA KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR MALUKU

Mahasiswa STKIP Ita Wotu Nusa Sabet Juara Harapan III di Ajang Duta Baca SBT 2025

Terbit : Jumat, 17 Oktober 2025 - Kategori : Berita Viral / Pendidikan

Seram Bagian Timur, 17 Oktober 2025 — Tiga mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Ita Wotu Nusa turut ambil bagian dalam ajang Pemilihan Duta Baca Kabupaten Seram Bagian Timur Tahun 2025. Mereka adalah Mohammad Faisal Rumadaul, Wa Rini, dan Rahma, yang dibimbing langsung oleh Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Ratna Sari, M.Pd.

Pada gelaran final yang berlangsung Jumat (17/10) itu, Mohammad Faisal Rumadaul berhasil meraih posisi Juara Harapan III. Prestasi ini menjadi catatan tersendiri bagi kampus dan prodi, sekaligus bukti komitmen dosen  dalam mendukung gerakan literasi di daerah.

Jalannya Lomba: Tahapan dan Peserta

Seluruh rangkaian kegiatan lomba Duta Baca 2025 diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seram Bagian Timur. Pendaftaran dibuka selama 13 hari, yaitu dari 4 hingga 16 Oktober. Setelah itu, panitia menerima pengumpulan berkas peserta dan menggelar technical meeting pada tanggal 15 Oktober untuk memastikan semua calon peserta memahami mekanisme lomba.

Selanjutnya, tahap Grand Final digelar pada 17 Oktober 2025, yang dibuka secara    resmi  oleh Wakil Bupati Seram Bagian Timur, Muhammad Miftah Thoha R. Wattimena, S.Ip., M.A.  Dalam sambutannya, Wakil Bupati Wattimena menekankan pentingnya gerakan literasi sebagai pondasi bagi masyarakat cerdas di era digital.

M. Faisal Rumadaul (Mahasiswa STKIP Ita Wotu Nusa peraih harapan terbaik 3)

Dalam babak final, para peserta diuji melalui beberapa segmen: presentasi gagasan literasi, tes pengetahuan umum tentang dunia perbukuan dan perpustakaan, yang dinilai oleh para dewan juri.

Dari total 9 peserta yang lolos ke babak final, latar belakang mereka sangat beragam: ada dokter, kepala sekolah, guru, pegawai perpustakaan sekolah, hingga tokoh pegiat literasi Bula. Keberagaman ini mencerminkan bahwa literasi bukan hanya milik kalangan akademik, tetapi bersifat lintas profesi dan generasi.

  Wa Rini & Rahmi Mahasiswi STKIP Ita Wotu Nusa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra 

Hasil dan Catatan Penting

Dari sembilan finalis, Mohammad Faisal Rumadaul (mahasiswa STKIP Ita Wotu Nusa) memperoleh Juara Harapan III — sebuah prestasi yang patut diapresiasi mengingat lawan bersaing berasal dari figur dengan pengalaman literasi yang mapan.

Wa Rini dan Rahma turut berpartisipasi sebagai dua peserta lainnya, meskipun keikutsertaan ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka, namun keberanian dan motivasi serta performa mereka ketika di lomba, patut diacungi jempol. Selain itu, dengan adanya  partisipasi mereka sendiri, menjadi pengalaman berharga yang memperkuat jejaring literasi di  komunitas pembaca lokal.

Keikutsertaan mahasiswa dalam lomba ini juga menunjukkan bahwa institusi kampus – khususnya prodi Bahasa dan Sastra Indonesia – menaruh perhatian serius terhadap penguatan budaya literasi. Bimbingan yang dilakukan oleh dosen Ratna Sari, M.Pd. diyakini berperan penting dalam mempersiapkan ketiga mahasiswa menjadi kompetitor yang layak di tingkatan kabupaten.

Relevansi bagi Kampus dan Gerakan Literasi Lokal

Prestasi ini bukan sekadar nama juara, melainkan simbol bahwa mahasiswa Perguruan Tinggi di wilayah terpencil juga dapat bersaing dalam ajang literasi daerah. Keikutsertaan STKIP Ita Wotu Nusa dalam lomba ini menyiratkan dua hal penting:

Pembinaan Kampus — bahwa kampus sejatinya adalah tempat untuk bertumbuh, berkreasi, inovasi dalm rangka mengembangkan potensi mahasiswa dalam beragam bakat dan minat. Sehingga  menjadi salah satu alasan  untuk dapat memfasilitasi mahasiswa dalam mengaplikasikan kompetensi akademik mereka (khususnya bahasa & sastra) dalam konteks nyata di masyarakat.

Penguatan Literasi Daerah — bahwa literasi bukan hanya retorika; melalui ajang seperti Duta Baca, tumbuh figur-figur yang bisa menjadi motor perubahan budaya membaca, utamanya di tingkat kecamatan dan desa.

Ratna Sari – Dua dari Kanan adalah instruktur  peserta Duta Baca asal STKIP Ita Wotu Nusa

Kedepan, diharapkan kampus dan pihak terkait dapat menyusun strategi lanjutan: pendampingan komunitas baca di lingkungan kamous, kampung, penyebaran buku berkualitas, hingga kolaborasi dengan perpustakaan daerah agar gerakan literasi tidak berhenti pada acara formal, tetapi terus berkelanjutan.

Kontributor: NI

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Daftar Post

Pengumuman

Terbit : 30 Juni 2025
Pembukaan Pendaftaran Calon Mahasiswa Baru
Penerimaan mahasiswa baru di sekolah tinggi umumnya melalui beberapa jalur seleksi. Tiga jalur utama yang umum..
Terbit : 16 Juni 2025
Pendaftarn Ujian Skripsi
Sidang skripsi adalah ujian akhir bagi mahasiswa Strata Satu (S1) untuk mempertahankan hasil penelitian mereka yang..
Terbit : 14 Juni 2025
Pendaftaran Ujian Proposal
Ujian proposal, atau seminar proposal (sempro), adalah presentasi rencana penelitian tugas akhir (seperti skripsi) di hadapan..

Kelender

Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728