STKIP Ita Wotu Nusa melaksanakan Ujian Skripsi dan Yudisium bagi mahasiswa tingkat akhir dari tiga program studi, yaitu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada 24–25 November 2025, sebagai tahapan akhir penyelesaian studi mahasiswa.

Sebanyak 53 mahasiswa mengikuti rangkaian ujian skripsi yang dilaksanakan secara terjadwal dan tertib. Pelaksanaan ujian menghadirkan dosen penguji dan pembimbing dari internal kampus, serta melibatkan dosen penguji dan pembimbing kolaborasi dari perguruan tinggi mitra, yakni UIN A.M. Sangadji Ambon dan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.
Keterlibatan dosen dari perguruan tinggi mitra tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan mutu akademik, khususnya dalam memastikan proses ujian skripsi berjalan objektif, terukur, dan sesuai standar penilaian ilmiah.
Wakil Ketua 1 STKIP Ita Wotu Nusa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam menjaga kualitas lulusan, sekaligus memperkuat kerja sama akademik dengan perguruan tinggi lain di Maluku.
“Ujian skripsi dan yudisium merupakan bagian penting dalam memastikan mahasiswa benar-benar siap menyelesaikan studi dan menjadi lulusan yang kompeten. Kami menghadirkan dosen penguji dan pembimbing kolaborasi dari UIN A.M. Sangadji dan Unpatti Ambon sebagai bentuk penguatan mutu dan sinergi akademik,” ujar Dina Ismail, M.Pd.
Foto bersama Dosen STKIP Ita Wotu Nusa bersama peserta Yudisium
Setelah pelaksanaan ujian skripsi, kegiatan dilanjutkan dengan yudisium sebagai forum resmi penetapan kelulusan mahasiswa dari tiga program studi. Melalui yudisium, mahasiswa dinyatakan telah memenuhi persyaratan akademik dan berhak menyandang status sebagai lulusan STKIP Ita Wotu Nusa.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, STKIP Ita Wotu Nusa menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui proses akademik yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada kualitas lulusan.
Foto bersama wisudawati terbaik dari masing-masing Program studi (dari Kanan Ketua Yayasan Nafiri Ukar Sengan, Kiri Prof. Hassan Tuaputty dan Dina Ismail, M.Pd)
Oleh: Nurlaiha Ibrahim
Tinggalkan Komentar