STKIP Ita Wotu Nusa menyelenggarakan Workshop Reorientasi Visi dan Misi sebagai langkah strategis dalam memperkuat arah pengembangan institusi menuju perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan tuntutan era 5.0. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober dan melibatkan tim ahli dari perguruan tinggi mitra, unsur pemerintah daerah, sekolah mitra, serta civitas akademika STKIP Ita Wotu Nusa.
Workshop ini menghadirkan tim ahli dari Universitas Pattimura (Unpatti), yaitu Prof. Hassan Tuaputti, Dr. Ever Hard Solissa, Dr. Irwan Rumalean, dan Karim Tawaulu, M.Pd. Selain itu, turut hadir tim ahli dari UIN A.M. Sangadji Ambon, yakni Dr. Corneliya Pary dan Irvan Lasaiba, M.Biotech (candidat Doktor).


Kegiatan ini juga menjadi istimewa karena turut dihadiri oleh pemangku kepentingan pendidikan di daerah, antara lain Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Timur, Kepala UPTD Kabupaten Seram Bagian Timur Jena Al Hamid, serta kepala-kepala sekolah mitra yang selama ini menjadi bagian penting dalam kerja sama pendidikan, praktik lapangan, dan penguatan program kampus.
Workshop reorientasi visi dan misi ini menjadi ruang akademik sekaligus ruang strategis untuk melakukan refleksi bersama terhadap perkembangan dunia pendidikan tinggi. Dalam berbagai sesi diskusi, para narasumber menekankan bahwa era 5.0 menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menempatkan aspek kemanusiaan, karakter, dan kebermanfaatan sosial sebagai pusat dari pengembangan pendidikan.
Diskusi juga mengarah pada penguatan peran STKIP Ita Wotu Nusa sebagai lembaga pencetak calon guru dan tenaga kependidikan yang unggul, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan pendidikan di daerah, khususnya di wilayah Seram Bagian Timur dan Maluku pada umumnya.
Kehadiran para ahli dari Unpatti dan UIN A.M. Sangadji Ambon memberikan kontribusi penting dalam memastikan proses reorientasi visi dan misi dilakukan secara akademik, terukur, dan selaras dengan standar pendidikan tinggi. Sementara itu, kehadiran pemerintah daerah serta kepala sekolah mitra memperkuat perspektif lapangan, terutama terkait kebutuhan nyata sekolah dan tantangan pendidikan di daerah.
Sinergi ini menunjukkan bahwa penyusunan visi dan misi STKIP Ita Wotu Nusa tidak hanya berangkat dari perspektif internal kampus, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan stakeholder pendidikan yang menjadi mitra langsung dalam penyelenggaraan pendidikan.


Workshop berlangsung dinamis dengan keterlibatan aktif seluruh unsur civitas akademika STKIP Ita Wotu Nusa, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga perwakilan program studi. Setiap peserta diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan, masukan, serta usulan strategis, sehingga rumusan visi dan misi yang dibangun benar-benar mencerminkan identitas dan arah masa depan institusi.

Melalui workshop ini, STKIP Ita Wotu Nusa menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan dan penguatan institusi secara berkelanjutan. Reorientasi visi dan misi diharapkan menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan, program kerja, serta pengembangan tridarma perguruan tinggi yang lebih bermutu dan berdaya saing.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi STKIP Ita Wotu Nusa sebagai perguruan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi, responsif terhadap perubahan, serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Seram Bagian Timur.
oleh: Nurlaiha Ibrahim
Tinggalkan Komentar